Memuat...

  • 01 Jun, 2026

Mahasiswa KKN UWKS Gelar Aksi Penanaman 450 Bibit Pohon Guna Cegah Erosi di Sungai Sidoarjo

Mahasiswa KKN UWKS Gelar Aksi Penanaman 450 Bibit Pohon Guna Cegah Erosi di Sungai Sidoarjo

Foto saat berlangsungnya kegiatan penanaman 450 bibit pohon di Sungai Desa Bakung Temenggungan, Foto: Desinta Indah

 

SIDOARJO – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) D1 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) 2026, baru saja melaksanakan aksi tanggap lingkungan melalui penanaman 450 bibit pohon di sepanjang bantaran aliran sungai Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Minggu (31/05/2026) pagi. Langkah strategis ini merupakan bentuk kolaborasi antara pihak akademisi dan aparatur desa guna memitigasi risiko erosi serta memperkuat struktur tanah di kawasan tersebut.

Ketua Pelaksana KKN Kelompok D1, Fauzan Maulana, mengungkapkan bahwa program penghijauan ini merupakan hasil penyelarasan observasi mahasiswa dengan rekomendasi langsung dari Kepala Desa Bakung Temenggungan, pak Abu Dawud. Dalam pelaksanaannya, kelompok mahasiswa yang mengintegrasikan keilmuan dari enam fakultas berbeda ini turut menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk proses pengadaan ratusan bibit pohon.

"Kami sebelum mengajukan permohonan bibit, terlebih dahulu berdiskusi mengenai jenis tanaman apa saja yang cocok untuk perakaran di sana. Penanaman ini memiliki fungsi utama untuk memperkuat struktur tanah karena lokasinya yang berada tepat di samping sungai," ujar Fauzan.

Lebih lanjut, Fauzan merinci bahwa komposisi penghijauan tersebut berfokus pada tanaman berakar kuat, yakni 200 bibit Sengon, 160 bibit Trembesi, 50 bibit Mahoni, dan 40 bibit Tabebuya Putih. Jenis pohon-pohon ini dipilih karena dinilai memiliki fungsi paling krusial untuk menahan pergerakan tanah yang sekaligus juga dapat mencegah potensi terjadinya tanah longsor.

 

15117
Foto kegiatan penanaman kelompok KKN D1 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya bersama Kepala Desa Desa Bakung Temenggungan.

 

Program ini juga secara spesifik menghindari penggunaan jenis pohon perkebunan, seperti Durian, Mangga, Apel dan semacamnya. Keputusan teknis tersebut diambil berdasarkan masukan dari pihak pemerintah desa untuk memastikan efektivitas program dalam skala jangka panjang.

"Kalau misalnya menggunakan pohon buah, menurut alasan Bapak Kepala Desa, nantinya akan banyak orang yang datang hanya untuk mengambil buahnya dan sebagainya, sehingga tujuan mitigasinya menjadi kurang efisien," jelas mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Biologi tersebut.

Aksi penanaman pohon ini merupakan salah satu program unggulan dari total 12 program kerja komprehensif yang dieksekusi oleh Kelompok KKN D1 UWKS di Desa Bakung Temenggungan. Selain menitikberatkan pada kelestarian ekosistem lingkungan, kehadiran mahasiswa ini juga merambah pada akselerasi sektor ekonomi melalui pendampingan digitalisasi UMKM, sosialisasi kesehatan hewan ternak (PMK dan Zoonosis), hingga penyelenggaraan pendidikan dasar bagi siswa di desa setempat.

 

SALAM PRODUKTIF!!

Editor: Ardian Reza Pahlevi
Ardian Reza Pahlevi

Ardian Reza Pahlevi

never forget these three words! please, sorry, thank you