Memuat...

  • 17 Jun, 2026

Gelar Konsolidasi Internal, BEM UWKS Rumuskan 7 Tuntutan dan Jadwalkan Aksi di Grahadi Besok

Gelar Konsolidasi Internal, BEM UWKS Rumuskan 7 Tuntutan dan Jadwalkan Aksi di Grahadi Besok

Suasana konsolidasi Internal BEM UWKS, Foto: Faisol Akbar Zaelani

 

SURABAYA – Merespons berbagai polemik dan dinamika politik-ekonomi yang tengah melanda Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menggelar konsolidasi internal pada Selasa (16/6) sore. Agenda yang bertempat di Lapangan Persahabatan kampus UWKS ini mengusung tema "Menguji Prioritas Negara di Tengah Pelemahan Ekonomi & Beban Rakyat".

Menteri Politik dan Hukum BEM UWKS, Abdul Muqit, menyampaikan bahwa agenda ini didasari oleh kesadaran mahasiswa atas kewajiban moral mereka sebagai agent of change (agen perubahan). Kondisi seperti pelemahan nilai tukar Rupiah, indikasi pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), hingga berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai keluar dari jalurnya ini menjadi sorotan utama dalam diskusi lintas fakultas tersebut.

"Kita selaku mahasiswa, apalagi menyandang sebagai badan eksekutif mahasiswa, tentunya sudah menjadi kewajiban moral untuk terus menjaga dan menggaungkan agent of change, serta menjaga kestabilan kondisi politik negara yang belakangan ini diwarnai banyak polemik," tegas Muqit.

Dari hasil konsolidasi tersebut, elemen mahasiswa UWKS secara resmi merumuskan dan menyepakati tujuh poin tuntutan utama. Ketujuh poin tersebut meliputi:

1. Penghentian pemborosan APBN yang dinilai tidak berpihak pada kemaslahatan rakyat.

2. Evaluasi program makan bergizi gratis dan Koperasi Merah Putih.

3. Penolakan keras terhadap praktik militerisme di ranah sipil demi menjaga marwah demokrasi.

4. Desakan untuk memecat pejabat negara yang terbukti tidak kompeten.

5. Pelibatan partisipasi publik dalam setiap pengambilan keputusan strategis.

6. Desakan kepada pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

7. Penolakan dan pencabutan UU Polri yang baru disahkan.

Sebagai tindak lanjut atas rumusan tuntutan tersebut, BEM UWKS memastikan akan menggelar aksi demonstrasi turun ke jalan pada esok hari, Rabu (17/6), mulai pukul 12.00 WIB.

Aksi penyampaian pendapat ini akan dipusatkan di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Dalam pelaksanaannya, BEM UWKS tidak bergerak sendiri, melainkan akan berkolaborasi merapatkan barisan bersama elemen mahasiswa lainnya, seperti Aliansi BEM Surabaya, BEM Nusantara, dan BEM Serikat Islam (BEM SI).

SALAM PRODUKTIF

Editor: Ardian Reza Pahlevi